29 Agustus 2014

UMROH HEMAT BAHANA TUR DESEMBER 2014

Bismillahirrahmaanirrahiim,

Alhamdulillahirabbil'aalamiin....


Umroh Paket Hemat Bahana Tur 


Pada penghujung tahun 2014 BAHANA TUR mengadakan pelayanan UMROH PAKET HEMAT...

Biaya yang dikenakan untuk paketnya cukup dengan 1,650 USD atau sekitar 19,8 JUTA RUPIAH... 

InsyaAllaah paket hemat ini akan dilaksanakan mulai bulan Desember 2014 sampai dengan bulan Maret 2015. 


Umroh Paket Hemat Bahana Tur 19 JUTAAN


Fasilitas yang disediakan:


  1. Tiket pesawat PP Ekonomi
  2. Hotel *3 : Makkah - Riyadh al Deafah ~ Madinah : Burj Al-Mukhtarah
  3. Makan menu Indonesia 3 x sehari
  4. Air zam-zam 10 liter
TIDAK TERMASUK :

  1. Airportax handling dan perlengkapan 
  2. Kartu Kuning (meningitis)
  3. Kelebihan bagasi
  4. Biaya di luar fasilitas & keperluan pribadi
  5. Upgrade hotel ke Triple (1 kamar ber-3) atau ke Double (1 kamar ber-2)

SEAT TERBATAS!!! Minat langsung Daftar dan DP minimal 200 USD, data lengkap email ke bmmt_gni@yahoo.com

DAPATKAN KESEMPATAN UMROH GRATIS... SETIAP PENDAFTARAN GROUP, TOUR LEADER-NYA FREE!!!


SELAIN PAKET HEMAT, TERSEDIA JUGA :

PAKET REGULER DESEMBER 2014 1850 USD 
Fasilitas : Hotel *4 : Makkah - Golden Abror ~ Madinah : Royal Andalus

PAKET PRIORTY CLASS DESEMBER 2014 2200 USD
Fasilitas : Hotel *5 : Makkah - Grand Zamzam ~ Madinah : Movenpick/Al-Madinah Maazen


BAHANA TUR
Kantor Pusat
Jl. Gatot Subroto Komp. Ruko Sastra Plaza
Blok A No.16
Jatiuwung - Tangerang 15134
Telp. 021-5912031

FAST RESPONSE :
Pin BB 75EE1856 HP. 0817876088
Pin BB 22FD8C85 HP. 08170092337

5 Maret 2013

Manasik Umroh Maret 2013 di Masjid Agung Lubuk Linggau

Manasik umroh Maret 2013 dilaksanakan di Masjid Raya Lubuk Linggau pada hari Senin, 04 Maret 2013. Acara diisi langsung oleh Ust Bahana Ja'alhaq Taqwallah, S.Pd.I selaku pemilik travel Bahana Tur sekaligus pembimbing senior. Ikut serta sebagai pengisi acara yaitu Ust. Zualfi Azyadi bin Gazali, perwakilan Bahana Tur untuk wilayah Sumbagsel dan H. Amrullah Azhar.







Kepada para jamaah, semoga materi manasik yang disampaikan bisa diaplikasikan dengan benar saat melaksanakan ibadah umroh nanti. Semoga mendapat nilai ibadah umroh yang maqbullah. Aaamiin.

6 Januari 2013

BMMT Gelar Temu Alumni dan Manasik Umroh di Musi Rawas


Musi Rawas News, 24/12/12

Copy Harian Musi Rawas News, 24 Desember 2012


BMMT Gelar Temu Alumni dan Manasik Umroh

MUSIRAWAS – Bahana Makkah Madinah Tur (BMMT) menggelar temu alumni dan manasik umroh di Masjid Mura Darussalam, Muara Beliti (21/12). Hadir dalam acara, Direktur BMMT, 
KH Bahana Ja’alhaq Taqwallah serta puluhan alumni dan calon jemaah umroh yang sudah dan hendak berangkat melalui BMMT.

Manasik Umroh Jamaah Musi Rawas
Temu Alumni Jamaah Umroh Bahana Tur di Musi Rawas

Pada kesempatan itu, Ust Bahana Ja’alhaq Taqwallah menjelaskan keutamaan umroh. Dikatakannya umroh merupakan jihad sebagaimana ibadah haji, umroh juga menghilangkan kefakiran, menghapus dosa di antara dua umrah.

Sebelum melaksanakan manasik, pria keturunan Aceh yang juga pernah mendapatkan kehormatan untuk menjadi Khatib shalat Jum’at di Masjid Darussalam Muara Beliti (20/7) lalu itu memberikan ceramah singkat tentang tauhid atau konsep dalam aqidah Islam yang menyatakan keesaan Allah.

“Hal ini penting untuk meningkatkan kualitas dan kekhusyuan saat mengerjakan umroh dalam rangka memenuhi panggilan Allah SWT”, jelas pria yang pernah memberikan tausiyah di Pendopoan Rumah Dinas Bupati Musi Rawas ini.

Selanjutnya, ia memaparkan tentang ibadah yang akan dilakukan ketika di tanah suci. Seperti keutamaan Baitul Maqdis dan al-Aqsha, Raudhah, Sa’i dan Bertalbiah, Ziarah ke Makam Baqi al-Gharqad. Selain itu, juga dijelaskan mengenai larangan-larangan ketika melaksanakan umroh.

Sementara itu, Perwakilan BMMT Sumbagsel, Zualfi Azyadi menjelaskan, BMMT merupakan travel haji plus dan umroh yang telah didirikan oleh KH Bahana Jaalhaq Taqwallah dimulai perintisannya dalam mendirikan induk company nya yaitu PT Bahana Mandiri Sentosa sejak 13 September 2002, sekitar sepuluh tahun yang lalu. Berkat kerjasama tim internal dan promosi dari para jamaah yang pernah berangkat bersama BMMT, kini BMMT mulai dikenal dan mendapatkan kepercayaan yang luas dari kaum Muslimin Indonesia.

“Untuk jemaah dari Musi Rawas dan Lubuklinggau yang akan berangkat pada bulan Januari mendatang tercatat sebanyak 67 jemaah. Dan tidak menutup kemungkinan jumlah ini akan bertambah”, jelas Zualfi.

Ditanya mengenai harga paket umroh. Ia mengungkapkan harga BMMT untuk paket umroh dapat dilihat di website http://www.bmmt-hajiumroh.com. Secara umum harganya dibuka sejak Januari hingga Juli 2013.

“Untuk keberangkatan Januari 1750 USD, sedangkan untuk Juli seharga 3100 USD. Harga sewaktu-waktu dapat berubah sesuai kondisi keberangkatan. Untuk lebih lanjut silakan lihat website http://www.bmmt-hajiumroh.com. Atau bisa menghubungi saya di 0853 1039 7531 atau 0878 9817 8642”, ujarnya berpromosi.

Sementara fasilitas yang didapat atau yang termasuk dalam harga paket di antaranya ialah biaya visa, tiket pesawat kelas ekonomi PP, hotel (1 kamar 4 orang), city tour dan transport ziarah Makkah dan Madinah, makan menu Indonesia 3x sehari (bulan Ramadhan 2x sehari).

“Selain itu juga diberikan perlengkapan umroh, terdiri dari kain ihram/mukena, koper besar, tas selempang, buku doa manasik, ID Card dan seragam travel. Sedangkan untuk hotel di Madinah ialah Madinah Mubarok, Dallah Tayba, Eyman Tayba, Mukhtaroh Alami, Durrah Fayrus. Dan hotel di Makkah di antaranya Hotel Golden Abror, Olayan Khaleel, Daar Umu Hany”, paparnya.

Untuk pembayaran, dilakukan down payment (DP) sebesar Rp 3 juta dan mendapatkan voucher senilai 300 USD OPEN (dapat digunakan sebagai potongan harga untuk keberangkatan umroh kapan saja, tidak hangus dan tidak dapat diuangkan). Booking kepastian keberangkatan (booking pax) sebesar Rp 5 juta dan pelunasan maksimal 1 bulan sebelum keberangkatan disertai penyerahan dokumen asli.


“Pendaftaran umroh ditutup 1 bulan sebelum keberangkatan, calon jamaah yang belum terdaftar bisa mendaftar untuk bulan berikutnya. Khusus umroh Ramadhan ditutup 2 bulan sebelum awal Ramadhan. Khusus umroh Ramadhan paket hemat pendaftaran ditutup 3 bulan sebelum awal Ramadhan”, jelas staf bagian Kesra Sertda Musi Rawas ini. (ufa)

2 Oktober 2012

Apa Yang Dimaksud Al Aqsha?





Tulisan ini diambil dari sebuah seruan Syeikh Raid Shalah, salah seorang pemimpin gerakan jihad di Palestina. Dalam tulisan ini beliau memaparkan dengan jelas apa yang dimaksud dengan al-Aqsha, dengan tujuan agar Kaum Muslimin dapat memahaminya dan mendorong keinginan setiap Muslim untuk berziarah ke sana serta membela Kaum Muslimin di sekitar Masjidil Aqsha.

Masih ditemukan ketidakfahaman dan ketidaktahuan pada sebagian Umat Islam tentang apa yang dimaksud dengan Masjid Al Aqsha Al Mubarok, berapa luasnya dan bangunan apa saja yang ada di dalamnya.

Sebagian orang menyangka bahwa Qubbatush Shakhrah (Dome of The Rock atau masjid berkubah kuning emas) adalah Al-Aqsha. Sebagian lagi mengira bahwa Mushalla al-Marwani adalah bangunan tersendiri, yang terpisah, bukan merupakan bagian dan tidak ada kaitannya sama sekali dengan Al Aqsha. Sebagian lagi bahkan kebingungan ketika mendengar istilah Al Aqsha Al Mubarok dan istilah Al Aqsha Al Qadim (Al Aqsha lama).

Mujiruddin al-Hanbali (seorang alim yang lahir di kota al-Quds dan merupakan keturunan dari Abdullah Ibnu Umar Ibnu al-Khattab) dalam kitabnya "al-Anas Al Jalil" (sebuah buku yang secara panjang lebar menerangkan tentang sejarah Baitul Maqdis sejak didirikannya hingga tahun 900 H/1494 M dan merupakan referensi paling lengkap tentang kehidupan ilmiah pada masa Dinasti Ayub dan raja-raja Mamluk). Dia katakan, “Yang populer di kalangan masyarakat bahwa Al Aqsha dalam konteks kiblat yaitu keseluruhan bangunan di tengah-tengah masjid yang di dalamnya terdapat mimbar dan mihrab besar. Padahal sesungguhnya Al Aqsha adalah sebutan bagi seluruh komplek Masjid yang dibatasi oleh dinding pembatas. Maka bangunan yang terdapat di dalam Masjid dan bangunan-bangunan lainnya, seperti Qubbatus Shakhrah (Dome of The Rock), ruwaq-ruwaq (mihrab-mihrab Masjid) dan banguna-bangunan baru lainnya adalah bangunan-bangunan baru. Dan yang dimaksud dengan Al Aqsha adalah komplek yang dibatasi oleh dinding pembatas”.

Ad-Dubbagh dalam bukunya "Al Quds" mengatakan: “Al Haram Al Qadasi (wilayah haram yang sakral) terdiri dari dua bangunan Masjid; pertama, Masjid Ash-Shakhrah (atau Qubbah ash-Shakhrah) dan Masjid Al Aqsha, serta bangunan-bangunan apa saja yang ada di sekitarnya, hingga dinding pembatas sekalipun”.

Dengan dasar ini, jelaslah bagi kita bahwa semua  kawasan yang ada di dalam batas dinding Al Aqsha Al Mubarok adalah bagian tak terpisahkan dari Al Aqsha. Bahkan dindingnya itu sendiri merupakan bagian dari Al Aqsha. Dalam artian, dinding dan semua pintu gerbang yang ada padanya adalah bagian tak terpisahkan dari Al Aqsha yang diberkahi. Sebagai contoh, dinding sebelah barat adalah bagian tak terpisahkan dari Al Aqsha, begitu pula dengan Tembok Buraq yang merupakan bagian dari Dinding Barat tersebut adalah juga bagian tak terpisahkan dari Masjid Al Aqsha. Dan Ribath al-Kurd yang juga bagian dari Dinding Barat, merupakan bagian tak terpisahkan dari Al Aqsha. Demikian pula dengan semua pintu masuk yang ada di Dinding Barat tersebut seperti Pindu Barat (Bab Al Magharibah), juga semua bangunan yang ada di Dinding Barat seperti Madrasah At Tankaziyah, semuanya bagian tak terpisahkan dari Al Aqsha.

Bagi yang telah mengetahui hakikat-hakikat ini akan memahami betul bahwa telah terjadi pelanggaran yang nyata terhadap Al Aqsha Al Mubarok hingga saat ini. Seperti, perombakan dan pengalihfungsian Tembok Al Buraq yang merupakan bagian dari Al Aqsha yang sekarang ini terkenal dengan sebutan “Tembok Ratapan” (sebagai bentuk penyesatan makna) adalah salah satu bentuk penistaan yang nayta dan terus-menerus terhadap Al Aqsha Al Mubarok. Juga penutupan Pintu Barat (yang merupakan bagian dari Al Aqsha) yang dilakukan Israel.

Semua bangunan yang ada di komplek yang dikelilingi oleh tembok pembatas mirip segi empat adalah juga bagian tak terpisahkan dari Al Aqsha Al Mubarok. Maka pelataran berpasir yang ditanami pohon zaitun dan pepohonan lainnya adalah bagian tak terpisahkan dari Al Aqsha. Tempat aliran air, kubah-kubah, tembok-tembok pembatas, gapura-gapura serta bangunan-bangunan lainnya adalah bagian tak terpisahkan dari Masjid Al Aqsha.

.... Wallahu'alam bis showab ....


Keutamaan Baitul Maqdis dan Al-Aqsha





Tulisan ini disadur dari sebuah kliping sederhana yang ditulis oleh Heri Efendi, Lc. Semakin menambah kerinduan untuk berziarah ke tempat yang suci setelah Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Adapun keutamaan kedudukan Baitul Maqdis dan Al-Aqsha adalah sebagai berikut:

  • Kiblat Pertama Umat Islam

Al-Aqsha adalah Kiblat pertama Umat Islam. Dalam sebuah riwayat disebutkan, al-Barra bin ‘Azib pernah bercerita: “Dulu kami shalat bersama Rasulullah SAW selama enam belas bulan atau tujuh belas bulan menghadap ke Baitul Maqdis. Lalu setelah itu kami (shalat) beralih menghadap Ka’bah” (HR Bukhari dan Muslim).

  • Bumi Isra dan Mi’raj

Di dalam al-Quran, Allah Ta’ala berfirman:
“Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda kebesaran Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (QS Al-Isra’:1).

Rasulullah SAW menjalani peristiwa Isra’ dan Mi’raj pada tahun 621 M, tepatnya setahun beberapa bulan sebelum beliau melakukan hijrah ke Madinah.

  • Masjid Tertua Kedua di Muka Bumi

Al-Aqsha adalah masjid tertua kedua di muka bumi yang dibangun Nabi Adam as, seperti disebutkan dalam hadits, dari Abi Dzar beliau berkata, saya pernah bertanya kepada Rasulullah SAW. Tentang masjid yang pertama kali dibangun di muka bumi. Beliau berkata, “Masjidil Haram”, lalu masjid mana lagi? Jawab beliau, “Masjidil Aqsha”. Saya bertanya lagi, berapa jarak (pembangunan) antara keduanya? Jawab beliau, “Empat puluh tahun. Kemudian setelah itu semua tempat di muka bumi ini bisa dijadikan mesjid. Di mana saja tiba waktu shalat kepadamu maka shalatlah” (HR Bukhari, Muslim dan Nasa’i).

  • Tempat dilipatgandakan Pahala Ibadah

Rasulullah SAW bersabda, “Shalatlah di Masjidil Haram (dilipatgandakan pahalanya) hingga seratus ribu kali lipat, sementara (shalat) di Masjidku ini (Masjid Nabawi) dilipatgandakan seribu kali lipat, dan (shalat) di Masjidil Aqsha dilipatgandakan lima ratus kali lipat” (HR Thabrani dan al-Bazzar).

  • Tempat yang Direkomendasikan Rasulullah SAW untuk Diziarahi

Rasulullah SAW bersabda, “Tidak dianjurkan melakukan  perjalanan kecuali menuju ketiga mesjid: Masjidil Haram, masjidku ini (Masjid Nabawi) dan Masjidil Aqsha”.

  • Tempat Umat Islam yang Istiqomah

Abu Umamah al-Bahili ra berkata: Rasulullah SAW bersabda, “Senantiasa akan ada sekelompok orang dari ummatku yang memperjuangkan kebenaran dan memerangi musuh mereka. Mereka tidak peduli dengan orang-orang yang tidak sejalan dengan mereka, hingga ketentuan Allah tiba dan mereka akan tetap teguh”. Para shahabat bertanya, ‘Wahai Rasulullah, dimanakah mereka itu?’ beliau menjawab, “Mereka berada di Baitul Maqdis dan di sekitar Baitul Maqdis”.

Khalifah Umar bin Khattab ra pernah melakukan ihram untuk haji dan umrah dari Masjidil Aqsha. Di samping itu, Said bin Zaid ra – salah seorang shahabat yang dijamin masuk surga – pernah melakukan hal yang sama. Begitu juga dengan Sa’ad bin Abu Waqqash ra – panglima perang Qadisiyah – ketika dia berangkat ke Masjidil Aqsha lalu melakukan ihram untuk umrah dari sana. Begitu juga dengan shahabat-shahabat yang lain, seperti Abdullan bin Umar, Abdullah bin Abbas dan Mahmud bin Rabi’ al-Anshari al-Khazraji.

  • Shahabat Rasulullah SAW dan Al-Quds

Dari kalangan para shahabat, fuqaha, ulama dan para pemikir Islam terkemuka yang telah berkunjung ke Baitul Maqdis (bahkan menetap di sana) sangatlah banyak, di antaranya Abu Ubaidah bin al-Jarrah, Shafiyyah binti Huyay (istri Rasulullah SAW), Muadz bin Jabal, Bilal bin Rabah, Iyadh bin Ghunaim, Abu ad-Darda Uwaimar, Ubadah bin Shamit, Salman al-Farisi, Abu Mas’ud al-Anshari, Tamim ad-Dari, Amr bin Ash, Abdullah bin Salam, Said bin Zaid, Murrah bin Ka’ab, Syidad bin Aus, Abu Hurairah, Abdullah bin Amr bin Ash, Muawiyah bin Abu Sufyan Auf bin Malik dan Abu Jum’ah al-Anshari.

  • Tabi’in dan Al-Quds

Dari kalangan para tabi’in sangatlah banyak yang telah berkunjun ke Baitul Maqdis, bahkan menetap di sana.  Di antaranya, al-Imam as-Syafi’I, Malik bin Dinar, Uwais al-Qarni, Ka’ab al-Ahbar, Rabi’ah al-Adawiyah, Imam Awza’I, Sufyan ats-Tsauri, Ibrahim bin Adham, Muqatil bin Sufyan, Laits bin Sa’ad, Waki’ bin al-Jarrah, Imam al-Ghazali, Imam Abu Bakar al-Arabi, Abu Bakar al-Jurjani, Abul Hasan az-Zuhri dan ratusan tabi’in lainnya.

  • Baitul Maqdis Warisan Umat Islam

Kaum Muslimin adalah ahli waris sesungguhnya atas warisan Nabi Daud as, Nabi Sulaiman as serta para Nabi dan salafusshaleh lainnya. Sementara Bani Israel telah jauh menyimpang dari jalan yang benar, mereka merubah dan mengotak-atik kitab-Nya, mengusir dan membunuh para Nabi mereka dan melakukan berbagai bentuk kezaliman.

“Kemudian kamu (Bani Israil) membunuh dirimu (sesamamu) dan mengusir segolongan dari kamu dari kampong halamanmu. Kamu saling membantu (menghadapi) mereka dalam kejahatan dan permusuhan. Dan jika mereka datang kepadamu sebagai tawanan, kamu tebus mereka, padahal kamu dilarang mengusir mereka. Apakah kamu beriman kepada sebagian kitab (Taurat) dan ingkar kepada sebagian (yang lain)? Maka tidak ada balasan (yang pantas) bagi orang yang berbuat demikian di antara kamu selain kenistaan dalam kehidupan dunia, dan pada hari kiamat mereka dikembalikan kepada adzab yang paling berat. Dan Allah tidak lengah terhadap apa yang kamu lakukan” (QS Al-Baqarah: 85).

~~ Ya Robb, mudahkanlah jalan kami menuju ke sana, untuk dapat berziarah ke Baitul Maqdis , Kiblat Pertama Kaum Muslimin. Amin ~~

Picture: hasanalsaggaf.files [dot] wordpress [dot] com